biaya masuk ponpes al kahfi somalangu

3 Pondok Pesantren Al-Kahfi Somalangu (Sekolah Kita) Pondok Pesantren Al Kahfi Somalangu berada di Kemecing, Desa Sumberadi, Kec. Kebumen, Kabupaten Kebumen, Jawa Tengah. Pesantren ini salah satu yang tertua di Indonesia karena sudah berdiri sejak tahun 1475 M oleh Syekh As Sayid Abdul Kahfi Al Hasani, seorang ulama asal Hadramaut, Yaman. Kang mbak, tata hati yang baik selalu ya ketika sudah masuk di Pondok Pesantren.Niat merupakan pondasi penting dari amal. Tidaklah sempurna perbuatan seseor Karenaitu para ustadz, di pondok pesantren, kita seringkali diingatkan ketika musibah seperti Covid-19 seperti sekarang ini, menganjurkan untuk membaca surat Al-Kahfi," ujar Kiai Nasar. SMP AL-QUR'AN MA'RIFATUSSALAAM BOARDING SCHOOL SUBANG-JAWABARAT PENERIMAAN SANTRI BARU TAHUN PELAJARAN 2021-2022 🕌. Sekolah yang menerapkan Kurikulum terpadu, perpaduan antara Kurikulum Diknas, JSIT, dan kurikulum Khas Pesantren. Ketua Umum Yayasan : H. Zarkoni, S.T, M.M. Pembina : KH. Abdullah Muadz, S.Pd. I, M.Sc. Jakur Seleksi Biayamasuk SMP: Sekitar Rp. 5.950.000: Biaya masuk SMA: Sekitar Rp. 5.450.000: Biaya masuk SMK: Sekitar Rp. 575.000: Biaya bulanan Site De Rencontre D Amour Pour Ado. SEJAK berdiri pada tahun 1475 M, Pondok Pesantren Al Kahfi Somalangu yang berada di Desa Sumberadi, Kecamatan / Kabupaten Kebumen masih mempertahankan nilai-nilai kearifan lokal hingga sekarang. Nilai-nilai kearifan lokal tersebut diwariskan sang pendiri Pondok Pesantren Al Kahfi Somalangu, As-Syeikh As-Sayyid Abdul Kahfi Al-Hasani. Menurut Pengasuh Pondok Pesantren Al Kahfi Somalangu, KH Afifuddin Chanif Al-Hasani, kearifan lokal yang menjadi 'sistem' ini juga dijalankan para penerusnya, baik dari jalur keturunan atau para mudir dan murid Syeikh Abdul Kahfi yang tersebar di berbagai tempat. Karenanya, tata nilai penghayatan ajaran Islam di Kebumen sering terlihat menjadi bagian dari kekayaan budaya lokal setempat, sebagaimana dicontohkan Syeikh Abdul Kahfi dan ulama penerusnya. Baca Juga Jatuh pada 12 April 2022, Ini Rahasia Weton Selasa Pon dari Pandangan Primbon Jawa Menurut Gus Afif, sapaan akrab KH Afifuddin Chanif Al-Hasani, kearifan lokal kerap diartikan sebagai kebijakan lokal local wisdom yang dimiliki, dihormati dan diamalkan dalam kehidupan sehari-hari, serta menjadi landasan moril perilaku masyarakat untuk merespons permasalahan sosial. Cakupannya meliputi sikap, pandangan, dan kemampuan suatu komunitas di dalam mengelola lingkungan rohani dan jasmaniny yang memberikan daya tahan serta daya tumbuh kepada komunitas tersebut. Misalnya para pendakwah Islam di daerah home base dakwahnya, biasanya akan membangun masjid sebagai pusat aktifitas sosial kemasyarakatan serta keagamaan. Pada umumnya, bangunan masjid akan mengadopsi arsitektural Timur Tengah. Baca Juga Real Madrid Vs Chelsea The Blues Tanpa Romelu Lukaku yang Cedera "Akan tetapi yang diterapkan oleh ulama Somalangu, dalam membangun masjid tidak harus mengadopsi arsitektural Timur Tengan seluruhnya. Malah pembangunan masjid yang dilakukan oleh Syeikh Abdul Kahfi banyak mengadopsi corak arsitektural Jawa," ungkap Gus Afif yang Rois Syuriyah PCNU Kebumen itu. Padahal, Syeikh Abdul Kahfi merupakan ulama yang lahir di Distrik Kota Syihr, Provinsi Hadhramaut, Yaman. Sejarah singkatnya, pertama kali mendarat di Pantai Karangbolong, Kecamatan Buayan, Kebumen pada tahun 1448, ketika Majapahit masih diperintah oleh Prabu Kertawijaya Prabu Brawijaya I, lalu kedatangan Syeikh Abdul Kahfi ke Pulau Jawa memilih Kebumen.*** Pesantren Terbaik di Kebumen Kebumen merupakan tempat pengambilan gambar film The Raid 2. Tepatnya di Benteng Van der Wijck Gombong. Ada yang menulis Kebumen merupakan kota indah yang tidak terlalu dikenal, dan memang kenyataannya demikian. Di sisi lain ternyata Kebumen menyimpan banyak lembaga pendidikan terbaik. Di antaranya adalah pesantren. Baik pesantren tahfidz Quran, pesantren modern, hingga pesantren salafiyah berada di kota ini. Oleh sebab itu kami akan mengulas pesantren terbaik di Kebumen, berdasarkan review dan rating Google. Nomor bukanlah rangking. Pesantren Salafiyah Darussa’adah Pesantren Putri Eksklusif Tahfidz Bersanad 30 JuzPesantren Tahfidz Quran AnakMuhammadiyah Boarding School Ponpes Al Kamal GombongPesantren Al Kahfi SomalanguPonpes Al Islah Alumni GontorPesantren Al Barakah Sempor KebumenDaftar Pesantren Bagus di Kebumen Pesantren Salafiyah Darussa’adah Alamat pesantren ini di Bulu, Kritig, Petanahan. Ini merupakan pesantren putra putri yang berada di wilayah pedesaan Kebumen. Suasananya masih banyak pohon, bahkan jalanan masih terasa sepi. Pesantren ini alirannya salafiyah. Tandanya adalah adanya diniyyah dengan jenjang I’dadiyah, Ibtida’i, Tsanawi, dan Aly. Ini merupakan jenjang pendidikan untuk mempelajari keislaman secara mendalam. Materi yang paling menonjol seperti tafsir, kemudian nahwu, sorf, dan hadis menjadi perhatian utama. Juga ada kegiatan sorogan kitab fiqh. Santrinya berjumlah ratusan. Oleh sebab itu menjadi salah satu pesantren terbaik di Kebumen. Pendidikan formalnya tersedia Tsanawiyah dan Aliyah, prestasinya kebanyakan di bidan kepramukaan. Kalau fasilitas, tentu sangat standard sekali. Biaya masuknya saja sekitar satu juta rupiah. Sedangkan untuk biaya bulanannya sekitar 240 ribuan. Pesantren Putri Eksklusif Tahfidz Bersanad 30 Juz Jika Anda ingin mencari pesantren tahfidz Quran 30 juz bersanad ke Rasulullah khusus putri dengan fasilitas terbaik, maka Darul Hikam adalah jawabannya. Kyai juga mendampingi setiap hari. Selepas khatam, atau lulus SMA ada bimbingan khusus baik ke Timur Tengah atau ke Eropa bagi yang menghendaki. Informasi lengkap tentang Darul Hikam Mojokerto bisa kunjungi link ini. Atau bisa menghubungi 0811 3520 100. Adv. Pesantren Tahfidz Quran Anak Jika ingin memilih pesantren tahfidz Quran anak-anak, atau usia SD, maka Yanbu’ul Quran adalah pilihannya. Alamat lengkapnya di Jalan Raya Tersobo, Tersobo Dua, Kecamatan Prembun. Ponpes ini fokus Al Quran. Usia minimal santri adalah 6 hingga tahun. Bisa dikatakan kelas satu SD. Nantinya santri akan diseleksi untuk mendapatkan tempat menghafal. Bisa untuk putra dan putri. Secara kegiatan dalam sehari-hari dari pagi sudah menghafal, jam tujuh sekolah, selepas dhuhur mengaji lagi, sore juga mengaji, malam juga mengaji. Tersedia pendidikan formal jenjang SD. Adapun untuk biaya masuknya, Putra sebesar sedangkan putri Untuk SPP satu bulan, atau bulanan sebesar Ini di tahun 2022-2023. Muhammadiyah Boarding School Satu lagi pesantren terbaik di Kebumen adalah MIBS. sekolah ini berafiliasi kepada Muhammadiyah yang dikenal memiliki kemampuan dalam mengelola lembaga pendidikan Islam. Alamatnya di Jl. ayani Indrakila, Kebumen, Kec. Kebumen. Dari sisi keunggulan Muhammadiyah memiliki karakter pendidikan umum formal yang baik. Tersedia jenjang SMP dan SMA untuk putra dan putri. Sekolahnya lumayan besar, meskipun gedungnya terlihat lama. Tapi tenang, masih banyak sawah di sekitar. Keunggulan selanjutnya adalah tahfidz Quran satu juz dalam jangka waktu satu tahun. Jadi kalau enam tahun berarti enam juz. Cukup banyak. Kedua adalah ilmu falaq. Sangat jarang pesantren yang khusus mengajarkan ilmu falaq. Terakhir adalah aspek kewirausahaan yang dilatih untuk kemandirian. Biaya masuknya sekitar juta rupiah. Sedangkan bulanannya sekitar 850 ribuan. Jika masih ada kebingungan bisa kunjungi website resminya di sini, Ponpes Al Kamal Gombong Mungkin pesantren ini merupakan salah satu pesantren terbesar di Kebumen. Santrinya banyak. Dan memiliki lingkungan yang cukup luas. Alamatnya Jl. Karang Bolong, Buayan, Lemahduwur, Kuwarasan. Ini merupakan salah satu pesantren terbaik di Kebumen. Identitas dari pesantren ini menurut kami penekanan pada pendidikan umumnya cukup kuat. Bahkan beberapa jenjangnya ada program unggulan. Buktinya adalah beberapa prestasi yang diraih, seperti juara lomba Sosial Project Competation SPC Tingkat Nasional Se-Indonesia tahun 2015. Untuk lomba personalnya rata-rata tingkat kabupaten Kebumen, seperti juara dua olimpiade Matematika pada tahun 2015. Sedangkan untuk pesantrennya ada diniyah dan sedikit tahfidz Quran. Untuk kehidupan keseharian di Pesantren lebih mirip dengan pesantren Gontor, karena beberapa guru memang alumni dari pesantren Gontor. Ada pendidikan bahasa arab inggris juga pembiasaan melalui pidato. Info lengkap bisa kunjungi website resminya di sini, Pesantren Al Kahfi Somalangu Satu lagi pesantren terbaik di Kebumen yaitu Al Kahfi Somalangu. Pesantren ini cukup terkenal di Kebumen dan sekitarnya karena besarnya pesantren dan usianya memang cukup tua, berdiri pada tahun 1475, pesantren ini lebih tua dari Sidogiri Pasuruan, atau Tremas Pacitan. Alamatnya di Kemecing, Sumberadi, Kec. Kebumen. Letaknya cukup strategis dengan identitas pendidikan formal yang cukup variatif. Dari SMP, SMA hingga SMK. Pesantren ini menampung santri putra dan putri. Dan memiliki santri hampir seribuan. Bahkan mungkin sekarang lebih dari seribu. Salah satu kelebihannya adalah gedung-gedungnya sudah terlihat begitu modern. Tidak lupa fasilitas pelengkap yang cukup memadai, seperti laboratorium dan lain sebagainya. Maka animo masyarakat cukup besar untuk masuk pesantren ini. Nah sedangkan identitas diniyahnya memiliki beberapa kegiatan rutin, seperti madrasah diniyah, ngaji kitab kuning, tahfidzul Quran, dan majelis manaqib. Oleh sebab itu secara kultural ini merupakan pesantren tradisional yang bertransformasi menjadi modern. Informasi biaya masuk dan pendaftaran bisa mengunjungi website resminya di sini, Ponpes Al Islah Alumni Gontor Kalau Anda ingin mencari pesantren yang berhaluan sistem Gontor, bisa dikatakan Al Islah Kebumen merupakan salah satunya. Beralamat di terletak di Jalan Balai Desa Dorowati Kecamatan Klirong, pesantren ini berkembang dengan pesat. Di antara tanda-tandanya adalah kurikulum pendidikan yang digunakan mirip dengan Gontor. Yaitu kurikulum KMI di mana antara pendidikan umum dan pendidikan diniyyah digabungkan menjadi satu di waktu pagi di kelas. Sehingga siswa fokus. Kelebihan lainnya adalah di sisi bahasa. Pesantren yang berhaluan demikian memiliki pembiasaan bahasa arab dan inggris dalam kesehariannya. Di antaranya dalam latihan berpidato, ada pembiasaan dalam berdiskusi bahasa arab inggris dan lain sebagainya. Kelebihan lainnya adalah aspek disiplin. Pembiasaan waktunya sudah tertata dengan rapi. Sehingga setiap hari sudah memiliki jadwal rutin yang tertata dengan padat. Di sinilah muncul yang namanya pendidikan karakter. Oleh sebab itu kami masukkan dalam pesantren terbaik di Kebumen. Informasi lengkap bisa kunjungi website resminya di sini. Sayangnya kami belum mendapatkan informasi biaya masuk pesantren al Islah Kebumen. Pesantren Al Barakah Sempor Kebumen Pesantren ini terletak di Somagede, Sempor, Kebumen. Merupakan sebuah pesantren yang berdiri belum lama, namun kini sudah memiliki santri lebih dari 300. Pesantren ini lahir dari tokoh Thariqah, sehingga bisa dikatakan secara ibadah dan pembersihan akhlaq berjalan dengan baik. Bahkan ketika peresmian masjid pun dihadiri oleh presiden KH. Abdurrahman Wahid. Pesantren ini tergolong cukup berpengaruh. Apalagi memiliki pendidikan formal dari Madrasah Ibtidaiyyah hingga jenjang Aliyah. Identitas dari pesantren ini mirip dengan pesantren NU modern pada umumnya. Yaitu memiliki pendidikan formal di pagi hari, namun juga memiliki pendidikan diniyyah dengan mengkaji kitab-kitab kuning dengan ilmu alat membaca kitab. Metode sorogan menjadi salah satu identitasnya. Nah yang menarik menurut kami adalah aspek gedung-gedungnya yang cukup megah, berdiri sekian lantai sehingga tampak kokoh. Oleh sebab itu menjadi salah satu pesantren terbaik di Kebumen. Adapun biayanya adalah sebagai berikut, MTs Daftar Pesantren Bagus di Kebumen Inilah beberapa pesantren terbaik di Kebumen versi Tentu masih banyak daftar pesantren bagus di Kebumen lainnya. Namun karena keterbatasan informasi sehingga belum bisa kami masukkan semuanya. Jika lembaga pendidikan atau pesantren ingin memiliki profil di website ini cukup kirimkan brosur dan biaya pendidikan lengkap ke email affany1986 Kami akan review untuk membantu perkembangan lembaga pendidikan Anda. Post Views Hal yang membuat saya tertarik berkunjung ke Pondok Pesantren Al Kahfi Somalangu Kebumen adalah karena kabarnya di sana ada sebuah prasasti kuno dari batu Zamrud Siberia yang menengarai tahun berdirinya pondok ini, yaitu pada 25 Sya'ban 879 H atau 4 Januari 1475 M. Ini pondok pesantren pertama yang pernah saya kunjungi sejauh ini. Pondok Pesantren Al Kahfi Somalangu sangat tua, lebih dari 500 tahun. Sesudah dari Makam Bulupitu, kembali ke jalan utama kami belok kanan. Setelah 4 km belok kanan di pertigaan Kedung Bener, 50 m sebelum Ringroad , menyeberangi rel dan 1 km kemudian belok kanan di pertigaan. Sekitar 450 meter dari pertigaan itu kami masuk gang ke kanan, mentok gang belok kanan lagi, dan sampailah kami di halaman Masjid Al Kahfi Somalangu. Masjid Al Kahfi Somalamgu Serambi Masjid Al Kahfi ditopang tiang-tiang kayu jati tua dengan umpak beton. Ada tiga pintu masuk ke ruang utama masjid, yang tengah berdaun pintu empat dan yang samping berdaun pintu dua. Langit bagian dalam Masjid Al Kahfi dihias dengan ornamen ukir silang, sedangkan atap masjid berbentuk limasan tumpang, dengan mustaka terakota yang masih asli. Jika diperhatikan, di bagian tengah kayu bagian atas Mimbar Masjid Al Kahfi terdapat bagian tanpa ukir. Di tempat itu sebelumnya ada kepala kerbau atau Nandi yang dibuang karena mungkin berbau Hindu. Hanya tinggal bekas kepala dan telinga yang terlihat. Di mimbar juga konon ada tulisan angka 1000 H, namun saya tak menemukannya. Juga ada pahatan Bulus berkaki tiga pada batu pondasi dan candra sengkala berbunyi "Bumi Pitu Ina". Meskipun sudah mencari, namun lempeng batu dan ukiran bulus itu tak saya temukan. Yang tidak begitu lazim adalah adanya jendela pada dinding di kiri kanan mihrab. Pondok bertingkat para santri dan kantor pengurus pondok ada di sebelah kiri. Tempat wudlu di sebelah kanan, bersebelahan dengan pondok panggung yang asli di pesantren Al Kahfi. Beberapa santri Pondok Pesantren Al Kahfi Somalangu yang saya temui tak satu pun tahu dimana lokasi prasasti. Namun salah satunya memanggil pengurus pondok yang saya temui setelah selesai shalat. Pengurus Pondok Pesantren Al Kahfi Somalangu bernama Rahmat Amiruddin kemudian saya temui di kantornya yang berada sebelah depan kanan masjid. Rahmat yang berasal dari Telogosari itu menjadi santri sejak 2000, dan kemudian mengajar di sana. Sayangnya ia juga tidak tahu letak prasasti itu. Namun Rahmat memberikan fotokopi makalah berisi riwayat Pondok Pesantren Somalangu yang ditulis KH Afifuddin bin Chanif Al Hasani, yang menjadi pemimpin pondok pesantren ini sejak 1992. Makalah itu dibawakan pada 18 November 2006 di Focus Group Discussion sebagai persiapan status Cagar Budaya Masjid Somalangu. Pendiri Pondok Pesantren Somalangu adalah Syekh Muhammad 'Ishom Al-Hasani asal Syihr, Hadramaut, Yaman. Ia disebut Abdul Kahfi oleh gurunya, Ja'far bin Hasan dari 'Inath, karena beliau gemar menyendiri di dalam gua untuk beribadah, dan sering berpindah-pindah dari satu gua ke gua lainnya. Syekh Abdul Kahfi lahir pada tanggal 15 Sya'ban tahun 827H atau 12 Juli 1424 M. Ayahnya bernama Sayid Abdur Rasyid bin Abdul Majid al-Hulaimi al-Hasani, asal Baghdad, Irak, dan sang ibu bernama Syarifah Zulaikha binti Mahmud al-Huseini yang berasal dari 'Inath, Hadramaut, sebuah lembah di negeri Yaman. Pada usia 17 tahun beliau pernah menjabat sebagai panglima perang di Yaman selama 3 tahun. Selanjutnya beliau pergi ke Makkah untuk memperdalam ilmu agama. Selama lebih dari 3 tahun ia tinggal di sebuah kampung arah Tan'im yang sekarang dikenal sebagai Harrah Kahfi atau Kampung di Kebumen Pada 1448 M saat berusia 24 tahun Syekh Abdul Kahfi datang ke Pulau Jawa dan mendarat di Pantai Karang Bolong, Kebumen. Konon air laut yang dilalui Syekh Abdul Kahfi berubah menjadi air tawar, dan masih bisa dilihat di tepian Pantai Karangbolong terutama di saat petang. Beliau kemudian menyusuri alur Sungai Puring menuju arah ke utara hingga tiba di Gondosuli, Adimulyo. Selanjutnya naik ke daratan, menyusuri hutan belantara hingga sampai di Desa Candi, Kecamatan Karanganyar, dimana telah berdiri sebuah candi yang dibuat Resi Dara Pundi. Beliau juga berkunjung ke Desa Candiwulan, dan Candimulyo. Saat itu penduduk ketiga desa tersebut beragama Hindu yang masing-masing dipimpin Resi Dara Pundi, Resi Candra Tirto, dan Resi Dhanu Tirto. Resi Dara Pundi dan para pengikutnya akhirnya bersedia masuk Islam, namun Resi Candra Tirto dan Resi Dhanu Tirto memilih untuk tewas dalam Syekh Abdul Kahfi disebut bermujahadah di hutan dekat ketiga desa agar kelak membangun lembaga pendidikan Islam di sana. Beliau kemudian pergi ke Ampel, Surabaya, untuk membantu dakwah Sunan Ampel. Tiga tahun kemudian ia pindah ke Sayung, Demak, dan mendirikan pesantren. Beberapa tahun di sana, Syekh Abdul Kahfi pindah lagi ke Kudus. Di Kudus ia diminta Sunan Ampel untuk mendidik puteranya, Ja'far As-Shadiq, yang kelak menjadi Sunan Kudus. Syekh Abdul Kahfi juga mendatangkan sahabatnya Abu 'Amrin dari Hadramaut untuk membantu Sultan Demak Raden Fatah di bidang ketatanegaraan. Pada usia 45 tahun beliau menikah dengan puteri sulung Raden Fatah bernama Nur Thayyibah. Syekh Siti Jenar Dalam riwayat disebutkan bahwa setelah Syekh Siti Jenar dihukum mati oleh Dewan Majelis Ulama Demak oleh karena faham hulul atau konsep manunggaling kawula gusti dalam tasawuf yang diajarkannya, pendapat para ulama terbelah dua tentang nasib para pengikutnya. Sebagian berpendapat para pengikut Syekh Siti Jenar cukup dibina saja, sebagian lagi berpendapat mereka juga harus ikut dibinasakan. Pada muktamar yang digelar oleh Raden Fatah untuk menghindari konflik diantara pengikut kedua kubu, Syekh Abdul Kahfi mengusulkan agar para ulama memakai solusi hakekat, bukan hanya syariat. Cara yang diusulkannya adalah setiap ulama menuliskan pendapatnya dengan dasar syar'i di sebuah deluwang secara rahasia, dan lalu dimasukkan ke dalam sebuah kendi. Lalu seorang ulama akan memanjatkan doa yang isinya adalah jika Allah swt menghapus tulisan yang berisi pendapat yang tidak diridhoi, dan ulama lainnya cukup mengamini. Usul beliau diterima, dan Syekh Abdul Kahfi yang diminta untuk memimpin doa. Setelah selesai berdoa, hasilnya adalah pendapat yang menghendaki pengikut Syekh Siti Jenar dibinasakan ternyata terhapus semuanya. Para ulama pun bersyujud syukur karena berhasil mengambil keputusan yang benar dan terhindar dari perselisihan. Para pengikut Syekh Siti Jenar pun akhirnya cukup dibina, tidak dibinasakan. Sebagai ungkapan terima kasih telah berhasil meredam konflik, Raden Fatah memberi hadiah berupa status tanah perdikan untuk wilayah yang digunakan oleh Syekh Abdul Kahfi untuk berdakwah, yaitu wilayah yang kemudian dikenal bernama nama Somalangu Pada saat Raden Fatah membuat titah raja yang berisi keputusan pemberian hadiah tanah perdikan kepada Syekh Abdul Kahfi itu beliau menggunakan bahasa Arab sebagai pengantarnya yang ditutup dengan tulisan yang berbunyi 'Tsumma Dha'u'. Nama itu kemudian digunakan sebagai nama daerah tanah perdikan yang kemudian menjadi tempat tinggal Syekh Abdul Kahfi. Adalah karena lidah Jawa yang sulit melafalkan kata dalam bahasa Arab, membuat nama itu lama kelamaan mengalami proses 'di-Jawa-kan' sehingga akhirnya berbunyi Pondok Pesantren Akhirnya pada 24 Sya'ban 879 H 1475 M, setelah 20 tahun lebih berdakwah di pesisir utara Pulau Jawa, bersama istri dan anaknya yang masih kecil Syekh Abdul Kahfi berangkat menuju Somalangu, Kebumen. Mereka sampai di Somalangu menjelang maghrib esok harinya. Setelah maghrib ia mendirikan masjid 9 x 9 meter sebagai awal pesantren. Setelah itu dibangun rumah tinggal sederhana di sebelah utara masjid. Prasasti yang menandai berdirinya Pondok Pesantren Al Kahfi Somalangu adalah lempeng batu berukir lapis kuning bertanda 25 Sya'ban 879 Pondok Pesantrean Somalangu Sejak didirikan, Pondok Pesantren al-Kahfi Somalangu telah mengalami pergantian pimpinan sebanyak 16 kali. Generasi ke-2 adalah Syekh Muhtarom Al Hasani, yang merupakan putera laki-laki tertua syekh Abdul Kahfi, dan pernah berjuang membantu Sunan Gunung Jati ketika menghadapi pasukan Pajajaran. Sayid Imam Wahid, adik kandung Syekh Muhtarom, adalah penyebar agama Islam di daerah Sampang, Madura. Generasi ke-3 adalah Syekh Jawahir al-Hasani yang merupakan putera laki-laki tertua Syekh Muhtarom. Beliau menikah dengan Syarifah Hafsoh, puteri Sunan Kudus, dan banyak berperan dalam kegiatan dakwah di Kudus dan Cirebon. Dalam berdakwah, beliau sering bersama Syekh Fathul Barri mBah Wali Suro, Tegal Gubug, Arjowinangun, Cirebon. Syekh Jawahir juga dikenal sebagai Syekh Wali Ghoib. Adik perempuannya yang bernama Syaridah Zahratuz Zamaniyah menikah dengan adik Sunan Gunung Jati yang bernama Syarif Burhan Ki Ageng Getas Nagoro yang menyebarkan agama Islam di daerah Yogyakarta Selatan dan tinggal di daerah Imogiri. Sedangkan adik laki-laki Syekh Jawahir yang bernama Sayid 'Athoillah menjadi menantu Raja Rum IX dengan menikahi puterinya yang bernama Sa'diyatul Munawwarah. Mereka berdakwah di daerah Karanganyar, Solo. Generasi ke-4 adalah Syekh Yusuf al-Hasani. Beliau adalah putera laki laki tertua dari Syekh Jawahir. Selain memimpin pondok pesantren al-Kahfi Somalangu, beliau juga membuka pesantren di daerah Gowa, Sulawesi Selatan dan juga menyebarkan Islam di Somalia, sampai beliau wafat di sana. Generasi ke-5 adalah Syekh Hasan al-Hasani, putera laki-laki tertua dari Syekh Yusuf. Setelah sang ayah meninggal di Somalia, beliau meninggalkan Somalangu untuk mengasuh pesantren di Krakit, Gowa, sampai wafat di sana. Di Krakit, beliau juga dikenal sebagai Syekh Hayatul Hukmi. Generasi ke-6 adalah Syekh Abdul Mannan al-Hasani, putera laki-laki tertua Syekh Hasan. Beliau memimpin Pesantren Somalangu sejak usia 17 tahun, dan dikenal sebagai Syekh Tajul 'Arifin. Wafat di Gujarat, India. Generasi ke-7 adalah Syekh Zakariya al-Hasani, putera laki-laki tertua Syekh Abdul Manna. Beliau tinggal lama di Baghdad, sebelum kembali ke Somalangu dan kemudian menetap di Krakit hingga wafatnya. Nama lain beliau adalah Fathurrahman. Generasi ke-8 adalah Syekh Abdul Hannan as-Siraji al-Hasani, putera laki-laki tertua Syekh Zakariya. Beliau lebih banyak berada di luar Somalangu, sempat mendirikan masjid di Pattani Thailand, dan aktif berdakwah di Maluku Utara. Sejak ditinggal beliau, Pondok Pesantren Somalangu semmpat berhenti total. Generasi ke-9 adalah Syekh Yusuf al-Hasani, putera laki-laki tertua Syekh Abdul Hannan yang membuka pesantren dan daerah baru di wilayah selatan Kebumen yang sekarang bernama Bulus Pesantren, oleh karena berharap sang ayah akan kembali lagi ke Somalangu. Generasi ke-10 adalah Syekh Zainal 'Abidin al-Hasani, putera laki-laki tertua Syekh Yusuf, yang menjadi mertua dari Kyai Imam Nadi. Masjid Kauman Kebumen didirikan atas prakarsa beliau, yang kemudian diasuh oleh Kyai Iman Nadi. Generasi ke-11 adalah Syekh Muhammad al-Marwah al-Hasani, putera laki-laki tertua dari Syekh Zainal 'Abidin. Beliau lahir di Makkah dan tinggal di sana hingga berusia 3 tahun. Diantara murid beliau adalah Pangeran Diponegoro, dan adik kandung sang pangeran yang bernama RA Kurniasih menikah dengan Qasim al-Hasani, adik sepupu dari Syekh Muhammad. Karena pernikahan dengan puteri Sultan HB III itu, Qasim al-Hasani mendapat gelar R. Surowijoyo dari Keraton Yogyakarta, dan kemudian memimpin perang melawan Belanda di wilayah Magelang hingga Semarang. Generasi ke-12 adalah Syekh Ibrahim Al Hasani atau Syekh Abdul Kahfi II, putera laki-laki tertua Syekh Muhammad. Pada jamannya, banyak alumni menjadi tokoh terkenal seperti Kya Abbas Buntet Cirebon, Kyai Dalhar - Watu Congol Muntilan, dan Kyai Dahlan - Jampes. Generasi ke-13 adalah Syekh Abdurrahman al-Hasani, putera laki-laki tertua Syekh Ibrahim. Beliau sering bolak-balik pergi ke Hejaz hingga negara itu berubah menjadi Arab Saudi setelah mengalami revolusi yang dipimpin oleh Muhammad bin Suud dan anaknya Abdul Aziz. Beliau disebut pernah menjadi panglima perang Ottoman di jaman Sultan Abdul Aziz 1876, sehingga ketika wafat mendapat kehormatan dengan upacara kebesaran militer yang dipimpin langsung oleh Raja Abdul Aziz bin Suud pada 16 Oktober 1938. Lalu pada generasi ke-14 pemimpin Pondok Pesantren Al Kahfi Somalangu dipegang Syekh Mahfudz Al Hasani, yang dimasanya pesantren mengalami kejayaan. Saat itu ada santri yang berasal dari Gujarat India, Malaysia, Singapura, dan Arab Saudi. Namun pada masanya pesantren juga mengalami kevakuman karena pergolakan politik di jaman revolusi. Beliau meninggal pada tahun 1950 dan dimakamkan di Gunung Selok, Cilacap. Generasi ke-15 adalah Ustadz Chanifuddin al-Hasani, putera laki-laki kedua Syekh Mahfudz karena putera pertamanya meninggal sebelum menikah. Oleh sebab beliau lebih banyak aktif di NU dan DPRD Kebumen, pelaksana harian Pondok Pesantren Somalangu diwakilkan kepada KH Thoefur. Generasi ke-16 adalah Ustadz Afifuddin al-Hasani, putera laki-laki tertua dari Ustadz Chanifuddin, yang mengasuh Pondok Pesantren al-Kahfi Somalangu dari tahun Lanang Syekh Abdul Kahfi wafat pada Jumat 15 Sya'ban 1018 H 15 November 1605 dalam usia 185 tahun dan dimakamkan di pemakaman Lemah Lanang yang berjarak lumayan jauh dari Somalangu. Rahmat menjelaskan bahwa di Pondok Pesantren Al Kahfi Somalangi biasa diadakan acara Khol setahun dua kali, yaitu pada tanggal 25 bulan Ruwah dan pada tanggal 25 bulan Mulud. Pengaruh Pondok Pesantren Somalangu Di dalam makalah KH Afifuddin itu disebutkan bahwa setidaknya ada lima alasan mengapa Somalangu disebut sangat berjasa dalam perkembangan agama Islam, khususnya di wilayah Kebumen, dan di Pulau Jawa pada umumnya. Yang pertama adalah karena tokoh Somalangu merupakan peletak dasar berkembangnya Islam di daerah Kebumen. Baik ketika pertama kali tiba di Kebumen, dan terutama setelah kedatangan Syekh Abdul Kahfi ke Kebumen yang kedua kalinya dan lalu mendirikan masjid dan pesantren di Somalangu sejak tahun 1475 M. Yang kedua adalah karena tokoh-tokoh Somalangu banyak yang disebar ke berbagai daerah untuk berdakwah, baik di wilayah Kebumen dan sekitarnya hingga ke luar Pulau Jawa. Diantara daerah itu adalah Banyumas, Blitar, Cilacap, Cirebon, Demak, Gowa, Kediri, Kudus, Magelang, Maluku, Pattani Thailand, Purworejo, Sampang, Semarang, Solo, Yogyakarta, dan daerah lainnya. Alasan yang ketiga adalah Pondok Pesantren Al-Kahfi Somalangu menjadi tempat penggemblengan calon-calon penyiar agama Islam tangguh dan tak kenal lelah. Keempat, sebagaiman telah disinggung di atas, Somalangu juga ikut berperan dalam menata ketatanegaraan Demak, dan yang kelima adalah Somalangu ikut mengambil bagian dalam perlawanan terhadap penjajah Belanda. Jumlah santri dan murid di pondok pesantren Al Kahfi Somalangu kini sekitar 700 orang. Setiap Minggu Wage di pesantren diadakah pengajian rutin, sedangkan wirid biasa dilakukan sehabis setiap shalat. Selain itu ada pula kegiatan ekstra berupa kelompok Hadrah dan Marawis yang berlatih setiap malam Senin, malam Jumat, malam Minggu. Alamat Pondok Pesantren Al Kahfi Somalangu berada di Desa Sumberadi, Kecamatan Kebumen, Kebumen. Lokasi GPS Waze. Hotel di Kebumen, Tempat Wisata di Kebumen, Peta Wisata Kebumen.

biaya masuk ponpes al kahfi somalangu